Psychology Behind Branding

Psychology Behind Branding

 

Digital Branding Indonesia – Brand berkualitas memiliki identitas kuat dimana konsumen merasa memiliki keterikatan. Hal ini didorong oleh pemahaman yang mendalam akan psikologi dan perusahaan harus mengembangkan kemampuan untuk membuat ikatan emosional dengan konsumen. Strategi yang berbeda dapat memperluas persepsi akan brand di pasar, dan perusahaan-perusahaan besar sudah menunjukkan bagaimana hal tersebut dilakukan.

 

Brand yang luar biasa adalah yang tertanam di alam bawah sadar konsumennya. Dimana konsumen memiliki keterikatan perasaan meskipun mereka tidak ingat dengan nama brand maupun iklannya.

 

Berikut beberapa contoh penggunaan aspek psikologi dalam branding :

  1. Penggunaan warna.

Warna dipilih sesuai dengan bagaimana perusahaan menggambarkan kepribadian brandnya. Menghubungkan visual brand ke perasaan dan suasana hati konsumen, serta bagaimana cara membangkitkannya.

 

  1. Pemilihan kata.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih nama produk yang terlihat mahal daripada yang biasa saja. Strategi ini memberikan efek produk yang berkelas melalui pemilihan kata yang tepat.

 

  1. Membangun rasa memiliki dan pencapaian bersama.

Hal sederhana yang juga dapat digunakan adalah membangun brand loyalty dengan mendorong mental us vs them. Memberikan konsumen rasa memiliki sekaligus membuat musuh yang kuat bagi kompetitor.

 

  1. Berbelanja sebagai sebuah pengalaman dengan brand.

Ruang fisik seperti toko retail seharusnya menjadi wujud nyata sebuah brand, saling berkomunikasi antara penjual dan pelanggan dalam hal yang sama di bidang apapun, sehingga tercipta hubungan emosional.

 

Apple merupakan salah satu perusahaan yang mengaplikasikan psikologi dalam brandnya. Brand Apple menonjolkan warna putih yang menggambarkan sesuatu yang bersih, desain sederhana sesuai dengan simbol produknya sebagai produk berteknologi canggih dan berkelas.

 

Sedangkan logo Starbuck yang hijau mengingatkan konsumen bahwa brand menganut sistem perdagangan yang sehat dan menunjukkan corporate social responsibility (CSR). Perusahaan membidik calon konsumen melalui program customer loyalty-nya.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.