Personal Branding

Personal Branding

 

Digital Branding Indonesia – Setiap orang akan dinilai oleh orang lain. Baik itu dari penampilan fisik, kepribadian maupun karakter. Dan ini lah yang akan melekat pada kita, yang akhirnya digunakan oleh orang lain men-cap bagaimana diri kita. Sangat perlu bagi kita mempersiapkan diri untuk mempunyai personal branding atau “merk diri” yang positif. Karena hal ini akan menjadikan diri kita pantas untuk dihargai, dimiliki bahkan untuk disayangi orang lain. Bahkan mungkin ‘dibeli’ oleh orang lain.

 

Timothy P. O’Brien dalam buku The Power of Branding, menjelaskan bahwa personal branding merupakan identitas pribadi yang mampu menciptakan sebuah respon emosional terhadap orang lain mengenai kualitas dan nilai yang dimiliki orang tersebut.

 

Contoh individu yang memiliki personal branding kuat adalah Hermawan Kertajaya, Deddy Corbuzier, Dr. Boyke, dan Inul Daratista. Karena sebagian besar dari kita langsung dapat mendeskripsikan seperti apa pribadi orang-orang tersebut di atas.

 

Namun sebelum kita membangun personal branding, kita harus menentukan terlebih dulu seperti apa brand yang kita inginkan. Ingin dikenal menjadi enterpreneur yang mengusai banyak bisnis, penyedia produk-produk yang bermutu tinggi dan berkualitas serta harga murah, trainer terkenal, akademisi handal atau yang lain. Selanjutnya tinggal kita mencari cara yang sesuai dengan tujuan kita. Kemudian kita konsisten dalam menjalaninya dan menjaga jangan sampai menyimpang dari tujuan.

Berikut strategi yang dapat diterapkan untuk menggali brand kita, menurut Montoya dan Tim Vandehey dalam bukunya The Brand Call You:

  1. Apa yang membuat kita berbeda?

Mulailah memikirkan dan mempersepsikan diri secara berbeda. Kesampingkan atribut yang menempel pada diri: jabatan, titel, atau institusi tempat bekerja. Hari ini kita adalah brand. Tulislah keunikan, personality, dan persepsi diri pada secarik kertas.

  1. Brand Assessment.

Istilah ini sering digunakan perusahaan-perusahaan untuk membandingkan brand-nya dengan perusahaan lain. Demikian halnya dengan personal brand, kita hendaknya membandingkan dengan kompetitor kita. Apa yang kita miliki dan kompetitor kita tidak.

  1. Fokus melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan.

Tanyakan pada diri sendiri. Sebagai apa dan seperti apa kita ingin dikenal? Sebagai pengusaha fashion? Tipe pekerja keras atau easy going?

  1. Publikasikan diri kita.

Tak ada batasan cara untuk memasarkan brand kita dan meningkatkan profil pribadi kita. Kita dapat mencoba berbagai macam cara untuk membuat diri kita terlihat oleh lingkungan kita, misalnya dengan mengambil proyek baru dalam sebuah organisasi, tunjukkan kemampuan kita atau ambil proyek yang memungkinkan kita bertemu orang baru yang akan menyebarkan pendapat positif tentang diri kita.

 

Membangun persepsi adalah hal yang krusial dan intinya kita harus berbeda dengan kompetitor kita. Kunci dari personal branding adalah word-of-mouth marketing dan juga idea-virus-marketing. Jaringan kontak dengan teman, kolega, klien dan klien terdahulu, sangat signifikan dalam personal branding yang sedang kita bangun.

 

[Indra Armyanto / dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.