Perlukah Melakukan Rebranding?

Perlukah Melakukan Rebranding?

 

Digital Branding Indonesia – Rebranding merupakan usaha yang sangat besar untuk mengubah citra perusahaan atau organisasi Anda. Anda perlu tahu persis gambaran yang ingin disampaikan dan bagaimana konsumen akan meresponsnya. Saat rebranding harus mempertimbangkan banyak faktor penting termasuk grafik, pesan brand dan tipografi. Penggunaan unsur-unsur inti yang tidak tepat dapat merugikan penjualan produk.

 

Sebelum memulai rebranding, Anda harus sangat jelas mengenai alasannya. Apa yang membuat Anda ingin mengubah citra dan apa yang ingin dicapai? Jika Anda tidak menentukan tujuan Anda dengan jelas diawal, maka strategi yang diluncurkan tidak akan sukses. Sehingga hanya akan menjadi pembaruan brand atau perubahan desain, bukan strategi rebranding yang terarah.

 

Berikut adalah alasan melakukan rebranding dikutip dari laman Imsuccesscenter.com.

  1. You Need Reposition

Jika tujuan, produk, layanan atau persaingan berubah, maka rebranding akan mengirimkan pesan yang jelas.

 

  1. You Are Fighting Brand Confusing

Jika orang tidak ingat dengan nama brand atau bingung dan tertukar dengan produk lain, maka Anda hanya akan membuang uang dan pengaruh.

 

  1. You Don’t Own The Trademark

Jika Anda tidak memiliki merek dagang sendiri tentu akan sangat merugikan saat merek itu diambil atau kondisi merek sedang buruk.

 

  1. Your Brand is Outdated

Apa yang berlaku di tahun 90an tentu sudah tidak sesuai dengan saat ini. Lakukan penelitian untuk menentukan apa yang relevan dengan brand sekarang.

 

  1. Your Brand Promise Is Confusing

Menjanjikan sesuatu yang tidak dapat ditepati tentu akan mengecewakan pelanggan. Pilihannya hanya ganti brand atau ganti janjinya.

 

  1. Your Brand Has A Bad Reputation

Jika persepsi negatif sudah sulit diatasi maka itu saatnya untuk rebranding. Ganti juga cara berbisnisnya, kalau tidak maka bersiaplah untuk mulai lagi dari awal.

 

  1. Your Employees Don’t Get It

Tanyakan pada karyawan, “Apa bisnis yang dilakukan perusahaan?”. Jika karyawan terlihat kebingungan, maka mungkin inilah saatnya rebranding.

 

  1. Your Market Position Has Eroded

Target pasar berubah, jadi periksa kembali keselurahan perencanaan dengan riset dan meninjau ulang brand.

 

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.