PDB (Positioning, Differentiation, Brand) Analysis

PDB (Positioning, Differentiation, Brand) Analysis

 

Digital Branding Indonesia – Perusahaan perlu membangun keunggulan bersaing yang solid untuk memenangkan persaingan. PDB (Positioning, Differentiation, Brand) Analysis  merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menformulasi keunggulan bersaing. Bahkan PDB bisa diartikan sebagai inti dari marketing.

 

  1. Positioning
    Positioning, merupakan proses menempatkan keberadaan perusahaan di benak pelanggan. Dalam membuat positioning statement,  ada beberapa elemen yang harus diperhatikan, antara lain:
  • Target market, merupakan deskripsi prospek pasar dimana produk atau layanan akan ditawarkan).
  • Brand, merupakan cerminan value yang diberikan kepada pelanggan.
  • Frame of reference, berupa ide atau asumsi yang menentukan bagaimana sesuatu akan dicapai, diterima, atau dipahami.
  • Point of difference merupakan alasan-alasan mengapa pelanggan lebih memilih produk kita dibanding pesaing.
  • Competitive edge adalah alasan/nilai kompetitif brand sampai di benak konsumen.

 Positioning harus didukung oleh differensiasi yang kuat agar memiliki brand integrity.

2. Defferentiation

Differentiation mengubah perusahaan menjadi unik dan mendukung positioning perusahaan, sehingga tercipta integritas yang kuat  bagi perusahaan. Elemen yang harus ada dalam menciptakan differensiasi adalah content, context dan infrastructre.

 

3. Brand
Brand bukan hanya sebuah nama, logo atau simbol, tetapi juga berperan sebagai payung representasi produk barang atau jasa, perusahaan atau orang, bahkan negara.
Brand harus diposisikan secara jelas dalam benak pelanggan, agar memiliki brand identity yang jelas.

 

Suatu pernyataan positioning harus sesuai dengan segmen yang ditetapkan dan sesuai dengan target yang dituju. Differentiation harus diterjemahkan secara kreatif ke dalam marketing-mix dan dipahami oleh para salesman. Dan brand value harus terus ditingkatkan oleh servis yang memuaskan dan proses yang efisien.

 

Model ini memang sederhana tapi solid sehingga bisa diterapkan oleh banyak orang yang awam tentang marketing sekali pun.

 

 

[indra armyanto / dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.