Mitos Yang Harus Dihindari Saat Branding Di Media Sosial

Mitos Yang Harus Dihindari Saat Branding Di Media Sosial

 

Digital Branding Indonesia – Semua perusahaan harus fokus untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan dari upaya pemasaran di media sosial. Untuk itu, harus dipastikan bahwa perusahaan tidak melihat pemasaran di media sosial dari sudut yang salah. Dengan kata lain, perusahaan harus menghindari percaya pada tiga mitos umum berikut untuk mendapatkan hasil positif.

 

Mitos # 1: Media Sosial Dapat Membuat Brand Populer Dalam Semalam

Banyak pemasar media sosial berfokus untuk membuat konten mereka menjadi viral di media sosial dan mendapatkan sebanyak mungkin comment atau like. Mereka ingin banyak orang tahu brand mereka, dalam waktu singkat. Padahal itu salah.

 

Terlepas dari bagaimana perusahaan membuat branding di media sosial, sangat tidak mungkin untuk mendapatkan ratusan ribu pengikut tetap atau like dalam beberapa hari.. Bahkan jika perusahaan berhasil mewujudkannya, itu tidak akan berlangsung lama. Perusahaan hanya akan berakhir berinteraksi dengan orang yang salah.

 

Cobalah membangun hubungan nyata dengan audiens target, dengan menggunakan media sosial sebagai alat. Jangan berpikir untuk mendapatkan hasil cepat. Sebaliknya, ketahui dan pahami apa yang membuat brand cocok dengan target. Mengambil pendekatan yang lambat namun kuat akan membuat brand terlihat lebih dapat dipercaya dalam jangka panjang.

 

Mitos # 2: Berada Di Setiap Jaringan Media Sosial Sangat Penting Untuk Brand

Menemukan kesuksesan dengan branding di media sosial dimulai dengan fokus perusahaan. Jika fokus salah arah, perusahaan dapat mengirim pesan yang tidak relevan kepada audiens. Atau lebih buruk lagi, perusahaan mungkin tidak menjangkau target sama sekali. Selain itu, perusahaan umumnya memiliki keterbatasan sumber daya sehingga harus menggunakannya dengan bijak untuk memastikan perusahaan mendapatkan laba atas investasinya.

 

Jangan tergoda untuk aktif di setiap situs web media sosial. Karena setiap jaringan media sosial yang berbeda, memiliki pengguna yang berbeda juga. Upaya membangun brand harus diarahkan pada target audiens yang tepat, yang memiliki kemungkinan tertarik dengan perusahaan Anda.

 

Mitos # 3: Perusahaan Membutuhkan Banyak Pengikut untuk Membangun Brand Melalui Media Sosial

Memiliki pengikut di media sosial yang besar pasti memiliki manfaat. Tetapi apakah itu benar-benar perlu untuk memberikan hasil yang bagus? Apakah perusahaan benar-benar membutuhkan banyak pengikut di media sosial untuk mendapatkan pengakuan mereka atas brand? Jawabannya jelas tidak.

 

Sebagai sebuah bisnis, tujuan perusahaan adalah memanfaatkan media sosial untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan dan prospek perusahaan.

 

Popularitas brand tidak akan muncul dalam semalam di media sosial, jadi tidak ada gunanya mengkhawatirkan berapa jumlah pengikut. Perusahaan seharusnya lebih memilih membangun pengikut setia dan berdedikasi. Ukuran atau kuantitas tidak lebih penting daripada kualitas.

 

Salah satu keuntungan memiliki pengikut setia adalah bahwa konten perusahaan dilihat oleh hanya pengikut yang benar-benar menyukai dan memercayai brand/perusahaan. Sehingga perusahaan tidak akan membuat konten yang tidak menarik atau membosankan. Melainkan sesuatu yang sangat relevan.

 

Mitos # 4: Branding di Media Sosial Hanya Sekedar “Buat dan Lupakan”

Perusahaan harus aktif di media sosial untuk menunjukkan sisi profesional brand dengan bersikap responsif dalam setiap cara yang memungkinkan. Perusahaan akan memiliki pelanggan dan prospek yang melihat akun media sosial perusahaan dari waktu ke waktu. Ini adalah kesempatan perusahaan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka penting, dengan menanggapi komentar mereka.

 

Tidak perlu banyak usaha untuk berinteraksi dengan penggemar di media sosial, tetapi itu dapat memberi dampak positif bagi kehidupan mereka. Efek tidak langsung dari aktif di media sosial adalah perusahaan akan melihat lebih banyak peluang bisnis yang masuk.

 

Setiap kali seseorang meninggalkan komentar di konten media sosial perusahaan berarti mereka telah menyumbangkan waktu dan tenaga untuk menunjukkan perhatian, pemikiran atau pendapat mereka.

 

Dengan merespon mereka, perusahaan tidak hanya menunjukkan rasa hormat tetapi juga membuat mereka merasa penting. Sangat mudah bagi orang untuk mengambil kesan yang salah jika mereka melihat perusahaan tidak aktif atau responsif. Ini bahkan dapat menyebabkan orang-orang berhenti mengikuti atau melupakan brand perusahaan.

 

Ingin mempromosikan perusahaan Anda di media sosial dengan tepat? Segera diskusikan dengan Rumah Asyam. Kami akan memberikan solusi yang tepat untuk Anda.

 

(Diolah dari berbagai sumber)

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.