Mengapa Harus Melakukan Rebranding?

Mengapa Harus Melakukan Rebranding?

 

Digital Branding Indonesia – Perusahaan dan brand umumnya mengubah identitas perusahaan setiap tujuh sampai sepuluh tahun sekali, meliputi style logo, warna, tampilan visual gaya fotografi. Terkadang juga ada perubahan nama perusahaan selama proses ini. Meski biasanya ada satu alasan utama untuk melakukan perubahan, namun seringkali merupakan kombinasi dari beberapa faktor.

 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa perusahaan melakukan rebranding, dikutip dari VIM Group :

  1. Merger, akuisisi dan demerger

Sebagian besar perubahan kepemilikan bisnis, seperti merger, akuisisi dan demerger langsung  menghasilkan sebuah rebranding. Tujuannya di sini bukan hanya untuk membuat perubahan terlihat, tapi juga untuk memenuhi persyaratan hukum. Dalam kasus demerger, perusahaan yang telah berpisah berkewajiban untuk mengembangkan brandnya sendiri.

 

  1. Reposisi

Jika diterapkan dengan benar, perubahan pada positioning dan brand promise memiliki konsekuensi besar bagi perusahaan. Semuanya disesuaikan dengan strategi dan janji baru perusahaan, misalnya produk atau layanan, kebijakan SDM, kontak pelanggan, identitas korporat, dll. Rebranding membuat perubahan ini terlihat bagi semua pemangku kepentingan.

 

  1. Internasionalisasi

Dalam beberapa kasus, rebranding diperlukan agar sebuah merek juga bisa digunakan secara internasional. Ini mungkin karena nama brand terlalu spesifik untuk negara tertentu. Di negara-negara tertentu, nama brand juga bisa menimbulkan persepsi yang salah.

 

  1. Mengubah pasar

Bagi beberapa perusahaan, perubahan dalam situasi pasar berarti eksistensi mereka terancam. Perkembangan dunia digital juga membuat sektor-sektor tertentu perlu diciptakan kembali. Persyaratan yang berbeda meminta produk yang berbeda untuk ditawarkan.

 

  1. Reputasi buruk

Jika merek memiliki reputasi buruk dan berdampak serius pada hasil penjualannya, rebranding dapat memastikan bahwa persepsi negatif atas brand dapat diperbaiki atau dihilangkan. Pastikan untuk tidak sekedar merubah eksterior tetapi juga diterapkan di semua aspek perusahaan.

 

  1. Konflik dengan pemangku kepentingan

Rebranding terkadang dapat diterima secara negatif oleh pemangku kepentingan internal dan eksternal sehingga menghalangi keberhasilan organisasi.

 

  1. CEO baru

Seorang CEO baru sering membawa sebuah ide baru bagi perusahaan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan besar yang juga mempengaruhi arah dan tujuan perusahaan.

 

  1. Tampilan visual yang kadaluwarsa

Salah satu alasan paling umum perusahaan melakukan rebranding adalah modernisasi. Seiring berjalannya waktu terkadang brand terlihat kuno. Meskipun dalam banyak kasus bukan menjadi alasan utamanya, namun citra yang lebih modern seringkali menjadi salah satu motivasi di balik proyek rebranding.

 

  1. Mengubah portofolio brand

Selama bertahun-tahun perusahaan harus berurusan dengan pengembangan dan akuisisi berbagai brand baru. Sehingga menghasilkan portofolio brand yang sangat beragam dan luas. Dengan banyak brand juga membutuhkan biaya tinggi dalam hal mempertahankan dan mempromosikannya.

 

  1. Pengembangan lebih lanjut identitas perusahaan

Beberapa tahun yang lalu, bagi sebagian besar perusahaan, identitas perusahaan hanya terdiri dari logo, warna dan tipografi. Elemen lain seperti gaya fotografi, bahasa visual dan warna tambahan belum ditentukan. Sehingga menimbulkan kebebasan dalam menerapkan identitas perusahaan yang mengakibatkan citra visual brand menjadi berantakan. Untuk itu, pengembangan lebih lanjut dari identitas perusahaan adalah suatu keharusan untuk memastikan terciptanya brand yang konsisten dan dapat dikenali.

 

Anda kesulitan untuk melakukan rebranding? Segera diskusikan dengan Rumah Asyam. Kami akan memberikan solusi yang tepat untuk perusahaan Anda.

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.