Jadilah “Dokter”

Jadilah “Dokter”

Rumah Asyam – Dalam menangani Campaign sebuah Brand, terkadang kita hasrat untuk bisa menuangkan segala bentuk idealisme kita, mulai dari Ide, Strategi Promosi, Bahasa campaign, Cerative Visual sampai bentuk Media Implememntasinya. Padahal, apakah semuanya cocok dengan Karakter dan Target Audience Brand tersebut ? Dan yang paling penting, apakah bisa memberikan Solusi untuk Brand tersebut ?

 

Misalnya, kita mengetahui konsep 3600 Marketing Communication, mulai dari seluruh media online maupun offline atau kita mengetahui Konsep dan perkembangan Creative Visual terkini, namun apakah segala bentuk “Kekinian” tersebut harus di aplikasikan semuanya, sehingga kita terpuaskan secara idealisme ? Tentu saja jawabannya belum tentu. Kenapa ? Karena yang harus kita lakukan adalah Menjawab Problem yang dimiliki oleh Brand tersebut.

 

Apabila Problemnya adalah Awareness, maka jawabannya kita bisa menggunkan Strategi cepat & efektif agar Brand tersebut cepat dikenal secara luas. Pertama temukan Potensi & Kelebihan Brand tersebut dibandingkan Competitornya, kemudian deteksi Problem dasarnya, apakah Tone & Mannernya belum standard, atau Kemasan & Bahasa Campaignnya tidak sesuai dengan Psikografis Target Audiencenya, atau Placement Medianya selama ini tidak sesuai dengan Contact Point Target Audiencenya juga. Setelah semua Analisa Brand tersebut kita temukan, maka selanjutnya tentukan Positioning, Differentiation dan Brand Architecturenya, dan seterusnya sampai kita bisa menemukan Ide Campaignnya, Bahasa Campaign sampai Media Implementasinya. Untuk bisa cepat menaikkan Awareness, bisa sangat Efektif menggunakan Metode SEO dan Social Media Engagement seperti Kasus Klien ESQ Business School dan Wakaf Daarut Tauhid yang sedang kami tangani (Rumah Asyam). Dan yang tidak kalah penting, tentukan tema Artikel Website serta Tema untuk Visual Post di Social Media yang berhubungan dengan Ide dan Tema Campaign yang kita angkat, setelah itu Kombinasikan dengan Creative Visual yang menarik Target Audiencenya, ditambah Call to Action di tiap Postingan Sosmednya.

 

Tentu masih banyak lagi yang bisa dibahas disini, misalnya Problem dari Brand tersebut adalah Imagenya atau Positioningnya atau Customer Loyaltynya, maka penanganannya akan berbeda pula.

 

Oleh karenanya jadilah Seorang “Dokter” dari sebuah Brand yang bisa mendiagnosa Problemnya dan memberikan Solusinya, jangan menjadi “Seniman” sebuah Brand yang mementingkan agar Idealismenya bisa digunakan Brand tersebut, walaupun kita berkecimpung di Dunia Kreatif yang membutuhkan Ide Kreatif.

 

 

 

 

 

 

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.