Integrated Marketing Communication (IMC)

Integrated Marketing Communication (IMC)

 

Digital Branding Indonesia – Memasuki awal tahun 1990an, kegiatan bisnis, khususnya pemasaran tidak lagi mengacu kepada strategi pemasaran tradisional, melainkan lebih mengacu pada strategi pemasaran modern dengan konsep 4P (Product, Price, Place, Promotion). Kemunculan konsep 4P inilah yang menandai munculnya komunikasi pemasaran terpadu atau lebih dikenal dengan Integrated Marketing Communication, dengan tidak hanya menggunakan iklan melainkan juga menggunakan PR.

 

Integrated Marketing Communication menurut Schultz (2004) diartikan sebagai sebuah strategi dalam proses bisnis dengan membuat perencanaan, membangun, mengeksekusi dan mengevaluasi pelaksanaan program komunikasi merek yang terkoordinasi pada konsumen, pelanggan, atau sasaran lain yang relevan dengan audience eksternal dan internal.

 

Tujuan IMC adalah untuk menghasilkan citra atau image produk/perusahaan yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen.

 
IMC merupakan pendekatan pemasaran pemasaran ‘generasi baru’ yang digunakan perusahaan untuk lebih memfokuskan upaya mereka dalam memperoleh, mempertahankan dan mengembangkan hubungan perusahaan dengan para pelanggan serta pihak-pihak terkait lainnya. (Duncan & Moriarty,1998)
 

Menurut Duncan & Moriarty (1998), pesan Integrated Marketing Communication dapat berasal dari 3 level:

  1. Level Perusahaan; berupa aspek bisnis dan filosofi perusahaan (seperti misi perusahaan, pemberian sumbangan sosial, budaya perusahaan, respon perusahaan terhadap komplain, dll). Misal: kasus Nike, McD, Shell, dll.
  2. Level Pemasaran; pesan berupa image produk yang dibangun dari berbagai elemen, misal: desain, penampilan, kemampuan, harga, dukungan layanan, distribusinya, dll. Contoh: Mont Blanc, pena hi-class.
  3. Level Komunikasi Pemasaran; pesan harus disampaikan dan diterima secara konsisten agar menciptakan persepsi yang utuh, bertujuan untuk berkomunikasi dengan satu suara, satu penampilan, dan satu citra. Dilakukan melalui promosi, iklan, humas, tenaga promosi, perusahaan perancang produk, dll.

 

 

Ada 7 langkah yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam Integrated Marketing Communication :

  1. Review of marketing plan.

Dalam tahap ini, perencana mempersiapkan data internal (situasi organisasi dan atribut produk) dan eksternal (situasi makro, target market, dan competitor).

  1. Analysis of promotional program situation.

Dalam tahap ini, perencana menganalisa kelebihan dan kelemahan data, menemukan titik permasalahan, dan mencari solusinya.

  1. Analysis of communication process.

Dalam tahap ini, perencana enganalisa tanggapan penerima informasi, tahapan dalam pengiriman informasi, dan saluran informasi yang digunakan.

  1. Budget determination.

Dalam tahap ini, perencana melakukan cara penyusunan anggaran, apakah dengan top-down (modal sudah tersedia di awal) atau bottom-up (melihat berapa biaya yang dibutuhkan dalam penyusunan rencana dan bagaimana pengalokasiannya).

  1. Develop IMC program.

Perencana mengembangkan program komunikasi pemasaran yang akan ditempuh.

  1. Integrate and implement IMC strategies.

Perencana menggunakan kombinasi strategi marketing mix, memproduksi iklan, membeli media time dan space, serta melaksanakan desain yang telah ditetapkan sesuai dengan program yang ditempuh.

  1. Monitor, evaluate, and control IMC program.

Dalam tahap ini, mengevaluasi hasil kinerja apakah sudah efektif atau belum dan melihat apakah taktik yang ditempuh sesuai dengan strategi yang diambil.

 

 

[indra armyanto / dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.