Corporate Branding Vs Product Branding

Corporate Branding Vs Product Branding

 

Digital Branding Indonesia – Product branding adalah fenomena yang terkenal dalam pemasaran. Merek adalah janji kepada pelanggan. Saat menjual produk bermerek, perusahaan menjanjikan bahwa konsumen akan mencapai kualitas khusus yang berbeda dengan produk yang tidak bermerek. Dengan menggunakan produk bermerek konsumen bisa mengkomunikasikan gaya hidupnya atau gaya hidup yang diinginkan.

 

Di sisi lain, corporate branding mengacu pada praktik menggunakan nama perusahaan sebagai nama merek produk. Ini adalah upaya untuk memanfaatkan ekuitas merek perusahaan untuk menciptakan pengenalan merek produk.

 

Berikut adalah kelebihan strategi corporate branding, dikutip dari laman Brand Express :

  1. Corporate branding adalah wajah dari strategi bisnis, menggambarkan apa yang perusahaan inginkan dan apa yang ingin dikenal di pasar, merangkum seluruh aktivitas perusahaan termasuk visi, nilai, kepribadian dan lainnya.

 

  1. Corporate branding menciptakan kesederhanaan, menggunakan portofolio merek sebagai pengenal utama perusahaan.

 

  1. Coporate branding dapat mendorong efisiensi biaya dibandingkan menggunakan beberapa merek dibawah payungnya, dimana corporate branding hanya memainkan peran yang lebih kecil atau tidak signifikan.

 

Sementara kelemahannya adalah produk tidak dapat diperlakukan secara individual, mengurangi fokus pada karakteristik unik produk atau bahwa nama perusahaan dapat menjadi identik dengan produk.

 

Ada 3 strategi yang dapat digunakan untuk mendapatkan corporate branding yang efektif:

  1. Branded identity adalah ketika perusahaan menggunakan merek yang berbeda untuk produk mereka yang berfungsi independen satu sama lain dan merek perusahaan. Kekuatan strategi ini adalah fleksibilitas. Perusahaan dapat membangun merek yang berbeda di segmen dan produk yang berbeda. Jika merek bermasalah maka hanya akan merusak merek itu, dan tidak akan merugikan merek lain dari perusahaan.

 

  1. Endorsed brand identity adalah ketika sebuah organisasi memiliki sekelompok produk atau perusahaan yang didukungnya dengan nama grup dan identitas umum. Kekuatan pendekatan ini terletak pada hubungan produk/perusahaan, mereka dapat memperoleh manfaat dari prospek dan pelanggan dengan identitas umum yang sama.

 

  1. Monolithic brand identity adalah ketika sebuah perusahaan hanya menggunakan satu nama dan satu gaya visual untuk semua produknya. Kekuatannya adalah kesederhanaan dan potensi pertumbuhan. Kelemahannya adalah ketika ada satu skandal akan dapat menyebabkan kerusakan pada merek lain meskipun merek itu kuat dan besar.

 

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.