Consumer Behavior

Consumer Behavior

 

Digital Branding Indonesia – Consumer Behavior adalah studi dari individu, kelompok, atau organisasi dan proses yang mereka gunakan untuk memilih, mengamankan, menggunakan, menempatkan produk, pelayanan, pengalaman, atau ide untuk memuaskan kemauan dan dampak dari proses ini kepada konsumen dan masyarakat (Hawkins et al,2007:6)

 

Contoh consumer behaviour dapat dicontohkan sebagai berikut:

Manusia cenderung memiliki sifat yang individualis, lebih privasi dan ingin efisien. Dulu untuk membeli suatu barang maka konsumen akan datang ke dalam toko untuk memilih barang kemudian menunggu antrian untuk melakukan pembayaran terhadap barang yang ingin dibeli. Kemudian menghabiskan waktu yang lama karena mungkin penjaga kasir yang melayani hanya satu atau dua orang saja. Terkadang konsumen malas menanyakan detail dari barang atau produk yang ingin dibeli karena toko ramai dengan pelayan sedikit.

 

Kemudian munculah supermarket yang menjual produk lebih banyak produk dengan pegawai yang lebih banyak. Sehingga konsumen merasa nyaman dalam berbelanja. Namun muncul masalah kembali dimana konsumen perlu menghabiskan waktu dalam memilih barang yang ingin dibeli dan juga waktu untuk pergi ke supermarket tersebut.

 

Dan kini muncul toko online sebagai dampak dari era yang serba digital. Dimana melalui toko online konsumen dapat lebih nyaman dan hemat waktu karena tidak perlu membuang waktu untuk pergi ke suatu tempat. Konsumen hanya perlu memilih barang yang ingin dibeli melalui jaringan internet dan melakukan pembanyaran dengan menggunakan kartu kredit atau transfer. Selain itu konsumen juga tidak perlu repot-repot untuk mengambil barang yang sudah dibeli karena ada layanan jasa antar barang.

 

Ada dua faktor dasar yang mempengaruhi consumer bahavior yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

  1. Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.

  1. Faktor internal

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.

 

Dari penggambaran diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan consumer behavior dalam dunia marketing adalah :

  1. Membantu dalam penyusunan strategi pemasaran. Berdasarkan sikap konsumen, Tim Marketing dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.
  2. Membantu memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan konsumen sesuai dengan selera demi terwujudnya kepuasan pelanggan.
  3. Sebagai acauan dalam pemasaran produk disuatu wilayah, karena setiap wilayah berbeda-beda karakteristik dalam mengkonsumsi sebuah produk. Dengan mengetahui perilaku konsumen maka pendistribusian produk bisa berjalan dengan baik dan produknya tepat sasaran.
    Contoh : tingkat konsumsi payung di Bogor dan Jakarta akan berbeda karena Bogor cenderung lebih sering hujan maka konsumsi produk payung lebih banyak dibandingkan Jakarta.
  4. Membantu dalam memberikan pemahaman tentang keterkaitan antara kebijakan harga dengan respon perilaku konsumen serta adanya perbedaan perilaku konsumen.

 

Dengan mempelajari perilaku konsumen akan bermanfaat agar menjadi konsumen yang bijak, dan bagi pemasar akan sangat bermanfaat dalam mengenali kebutuhan dan keinginan guna menyusun strategi pemasaran.

 

 

[indra armyanto / dari berbagai sumber]

 

 

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.