Branding Untuk Perusahaan Kecil

Branding Untuk Perusahaan Kecil

 

Digital Branding Indonesia – Branding berlaku untuk semua perusahan, besar maupun kecil. Tanpa branding yang tepat, hampir mustahil sebuah perusahaan dapat bertahan dan maju.

 

Jadi bagaimana perusahaan kecil melakukan branding? Berikut beberapa tips sederhana dikutip dari laman The Guardian :

  1. Kenali target konsumen

Tidak ada gunanya menginvestasikan waktu atau uang dalam mengembangkan brand tanpa mengenali target konsumen terlebih dahulu. Pastikan perusahaan sudah mengerti apa kebiasaan, keinginan dan kebutuhan mereka.

 

  1. Gunakan pengetahuan Anda dengan hati-hati

Meskipun perusahaan telah melakukan riset pasar, pengembangan identitas brand, desain brand dan logo, dan promosi di semua saluran komunikasi, semua akan sia-sia jika perusahaan gagal menyampaikan pesan yang benar dan efektif kepada konsumen.

 

  1. Berdamai dengan kegagalan

Ini adalah bagian penting dari proses membangun brand agar perusahaan dapat mengambil pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi. Jangan mudah putus asa atas kegagalan.

 

  1. Jangan berpikir seperti bisnis kecil

Menurut Leanne Ross, konsultan komunikasi digital di A Cup of Lee, jika ada satu kesalahan membangun brand yang harus dihindari adalah berpikir seperti bisnis kecil. Mulailah berpikir besar sejak awal karena tidak ada alasan mengapa bisnis kecil tidak dapat bersaing di pasar.

 

  1. Warna dan desain penting

Identitas visual brand dan logo adalah hal pertama yang menarik perhatian calon konsumen sehingga harus menciptakan kesan yang benar. Untuk menjaga identitas brand tetap konsisten di semua media, buat pedoman brand yang berisi informasi terperinci tentang palet warna, font, dan intonasi suara yang akan digunakan dalam branding.

 

  1. Bedakan antara brand dan logo

Banyak bisnis kecil kebingungan membedakan antara brand dan logo. Brand lebih dari sekedar logo, itu adalah gambaran umum dan janji dari perusahaan.

 

  1. Pilih nama brand dengan hati-hati

Jangan merusak branding dengan memberi nama buruk pada brand. Nama brand dapat memiliki efek yang merugikan pada identitas brand secara keseluruhan, jadi pilihlah dengan hati-hati. Nama brand harus memperkuat elemen-elemen utama atau tujuan perusahaan, karena semakin banyak brand berinteraksi dengan konsumen maka akan semakin sedikit waktu dan tenaga yang diperlukan untuk menjelaskannya.

 

Anda ingin memperkuat brand perusahaan?

Segera diskusikan dengan Rumah Asyam. Kami akan memberikan solusi yang tepat untuk perusahaan Anda.

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.