Brand Promise

Brand Promise

 

Digital Branding Indonesia – Saat kita membeli produk, baik barang maupun jasa, kita pasti sudah membayangkan apa yang kita beli dan keuntungan yang didapat. Namun kadangkala ekspektasi kita akan produk hanya didasarkan pada asumsi awal yang terkadang hasilnya mengecewakan, entah karena produknya tidak sesuai dengan keinginan, pelayanan yang kurang memuaskan, dll. Kekecewaan tersebut bisa saja karena kita membeli produk hasil rekomendasi orang lain, atau kita yang terpengaruh dengan janji yang dipromosikan oleh brand.

 

Dari beberapa penyebab kekecewaan di atas, perusahaan hanya bisa mengendalikan pada aspek janji brand (brand promise) agar selalu sesuai dengan ekspektasi konsumen. Brand promise merupakan  keuntungan nyata dari produk yang diinginkan konsumen.

 

Brand promise dapat diungkapkan secara terbuka ke masyarakat, atau bisa juga dilakukan secara halus melalui pengalaman pelanggan terhadap brand.

 

Misalnya beberapa tahun lalu perusahaan FedEx mempromosikan bahwa mereka adalah satu-satunya jasa ekspedisi yang dapat mengirimkan barang dalam semalam, dan sampai saat ini janji tersebut masih berlaku.

 

Atau Coca Cola yang menjanjikan kesenangan bagi konsumennya. Segala hal yang mereka lakukan terinspirasi dari gagasan ini. Bagaimana mereka mempromosikan, mengembangkan, dan menciptakan kegembiraan. Mereka melakukannya secara konsisten melalui identitas perusahaan yang kuat, yang didasarkan pada daya tahan dan warisan tradisi.

 

Sebuah janji hanya akan berarti jika ditepati. Jika sebuah perusahaan tidak dapat menepati sebagian besar janjinya maka reputasi dan penjualannya dapat dipastikan akan menurun.

 

Kenyataannya brand promise terkadang dibayang-bayangi oleh biaya yang besar untuk menepatinya. Namun jika perusahaan yakin dengan kemampuannya menepati brand promise, maka itu akan menjadikan perusahaan berbeda dan dianggap sebagai pemimpin pasar.  Konsumen akan tertarik karena melihat keuntungan yang ditawarkan.

 

Brand promise akan memberikan pengaruh yang besar pada konsumen. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan ekspektasi konsumen akan keuntungan yang didapat dari produk yang dibeli.

 

Ada 3 tujuan yang harus dicapai brand promise untuk menarik hati konsumen, yakni :

  1. Brand harus memberikan keuntungan yang mengikat.
  2. Brand harus otentik dan kredibel.
  3. Brand harus menepati janji selamanya.

 

Perusahaan yang menepati brand promise akan memberikan nilai lebih di pasar.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.