Brand Equity

Brand Equity

 

Digital Branding Indonesia – Setiap brand harus memiliki pemahaman yang jelas tentang ekuitas mereknya (brand equity). Tapi apa yang dimaksud dengan brand equity?

Dikutip dari Wikipedia, brand equity adalah seperangkat aset dan keterpercayaan merek yang terkait dengan merek tertentu, nama dan atau simbol, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa, baik bagi pemasar/perusahaan maupun pelanggan.

 

Bagi pelanggan, brand equity dapat memberikan nilai dalam memperkuat pemahaman mereka akan proses informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan. Sedangkan brand equity bagi pemasar/perusahaan dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.

 

Berikut 5 hal yang mendorong pelanggan pada nilai brand equity perusahaan, dikutip dari BrandInsistence Blake Project :

  1. Awareness

Awareness adalah landasan dari brand yang kuat. Awareness sangat berkorelasi dengan brand preference dan brand quality. Harus dipastikan apakah target pelanggan dan pejabat di perusahaan aware dengan brand ?

 

  1. Relevant Differentiation

Brand harus memiliki diferensiasi dengan kompetitor dan hal ini sebagai indicator utama dalam memperoleh pasar dan keuntungan. Namun keunikan dan perbedaan yang ada haruslah relevan dengan yang dibutuhkan pelanggan, sehingga akan menarik perhatian mereka.

 

  1. Value

Nilai memiliki pembilang dan penyebut. Pembilang terdiri dari kumpulan manfaat yang diberikan brand. Penyebutnya menjelaskan bahwa ada biaya finansial, waktu dan biaya lainnya untuk menerima manfaat tersebut. Apakah  harga yang diberikan sesuai dengan nilai produk ?

 

  1. Accessibility

Apakah pelanggan atau calon pelanggan dapat menjangkau brand dengan mudah? Accessibility sangat penting untuk brand berbasis lokasi (ritel, restoran, dll.) Terutama ketika pelanggan harus memutuskan antara brand yang kurang dapat diakses dan brand lain yang lebih mudah diakses. Bila perbedaannya signifikan, orang cenderung memilih brand yang lebih mudah diakses.

 

  1. Emotional Connection

Meskipun banyak orang menganggap dirinya sangat rasional, namun terkadang masih didorong oleh emosi juga. Hal ini juga berlaku pada brand. Brand yang berhasil adalah yang memiliki hubungan emosional yang kuat dengan pelanggannya.

 

Jadi bisa ditarik kesimpulannya begini. Awareness dan relevansi brand dapat menyebabkan inklusi brand dalam rangkaian pertimbangan. Brand differentiation dan value dapat menyebabkan brand menjadi pilihan. Dan aksesibilitas brand dapat menyebabkan pembelian. Hubungan emosional dengan brand dapat menyebabkan loyalitas dan advokasi brand.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.