Brand Architecture

Brand Architecture

 

Digital Branding Indonesia – Brand architecture adalah struktur dari sebuah brand yang dapat dipakai jika brand tersebut memiliki banyak varian dan kategori. Brand Architecture membantu pengelolaan strategi identitas dan mempermudah perluasan brand. Dengan Architecture yang jelas, audiens dipermudah untuk mengenali sebuah brand. 

 

Ada beberapa jenis brand architecture yang dapat digunakan, yakni :

  1. House of Brands.

Perusahaan mengontrol serangkaian brand yang berdiri sendiri.

  • Positif : fokus pada target pasar tertentu, menghindari dampak negatif yang berlebihan.
  • Negatif : mahal, tidak efisien, kesetiaan terhadap brand yang lemah.

Contohnya perusahaan P&G yang memiliki beberapa brand besar di dalamnya, missal Pampers, Tide, Folgers, dll.

 

  1. Endorsed Brands.

Produk atau brand didukung (endorsed) oleh brand yang lebih besar dan dalam produknya selalu disertakan brand utama dalam visualnya.

  • Positif : penetrasi pasar lebih cepat, jaminan kualitas.
  • Negatif : image negatif dapat berimbas ke brand lain, berpotensi menimbulkan kebingungan brand.

Contohnya brand Marriot yang memiliki produk dengan dasar yang sama, misalnya Courtyard, Springhills, Residences, dll.

 

  1. Sub-Brands.

Brand yang menambah dan terhubung dengan brand utama.

  • Positif : brand utama yang terlihat jelas, menghemat marketing campaign.
  • Negatif : brand utama rentan terdampak performa negatif brand, rentan konflik antar brand.

Contohnya Apple yang memiliki produk iPad, iPhone, dll.

 

  1. Branded Brands.

Produk diatur dalam lingkup brand perusahaan.

  • Positif : meningkatkan kesamaan brand, efisiensi dalam pengeluaran dan pemasaran.
  • Negatif : terlalu banyak produk yang dihasilkan dalam satu brand, resiko individual dan sistemik.

Misalnya brand Virgin yang memiliki produk Virgin Atlantic, Virgin Mobile, Virgin Money, dll.

 

(Diolah dari berbagai sumber)

 

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.