Brand Affect

Brand Affect

 

Digital Branding Indonesia – Brand bisa disebut sebagai wajah pertama yang dikenal dan diingat oleh masyarakat. Baik dan buruknya menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan mencapai tujuannya. Untuk itu diperlukan pemikiran yang serius bagaimana sebuah brand dapat mempengaruhi masyarakat untuk membeli produk yang ditawarkan, baik berupa barang maupun jasa. Secara umum ini yang kita sebut dengan brand affect.

 

Kotler dan Keller menyatakan bahwa Brand affect merupakan konsep penilaian secara global. Merek menggambarkan hubungan antara konsumen dan merek dalam kategori tertentu dan dapat dianggap sebagai evaluasi umum dari konsumen terhadap merek (Matzler et al.,2006).

 

Konsumen pada umumnya sulit membedakan antara daya tarik dengan penerimaan informasi produk pada saat mengadakan penilaian merek.

Ada 2 kriteria penilaian brand affect, yakni :

 

  1. Nilai hedonik (nilai yang berdasarkan emosi, kepuasan dan kenikmatan)

Yaitu harapan konsumen untuk merasakan adanya kepuasan dan kenikmatan pada saat menggunakan produk dengan pilihan merek tertentu. Konsumen relatif lebih dapat dipercaya karena nilai yang langsung dialami oleh konsumen.

 

  1. Nilai utilitarian (nilai yang berdasarkan asas manfaat)

Kriteria utilitarian menekankan kemampuan merek yang sesuai dengan fungsi kehidupan konsumen sehari-hari. Konsep ini tidak mengaitkan pengalaman informasi yang telah diterima sebelumnya sebagai dasar keputusannya.

 

Sedangkan untuk indikator brand affect menurut (Fatih Geçti & Hayrettin Zengin) sebagai berikut :

1. This brand gives me pleasure (merek memberi kepuasan).

a.Banyak pilihan produk.

b.Banyak pilihan harga.

 

2. This brand makes me happy (merek membuat kebahagiaan).

a.Model sesuai dengan keinginan pelanggan.

b.Produk sesuai dengan harga yang diberikan.

 

3. I feel good when I use this brand (merasa puas saat memakai merek).

a.Merasa nyaman saat memakai produk.

b.Merasa percaya diri saat memakai produk.

 

Begitu pentingnya brand bagi perusahaan. Sehingga harus selalu dijaga citranya agar dapat mempengaruhi masyarakat seluas mungkin demi membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.