Bagaimana Brand Mempengaruhi Pengalaman Konsumen?

Bagaimana Brand Mempengaruhi Pengalaman Konsumen?

 

Digital Branding Indonesia – Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana Honda menjadi begitu identik dengan sepeda motor, Aqua dengan air mineral, atau Google dengan mencari data di internet ?

 

Menurut mantan CEO Saatchi & Saatchi Worldwide Kevin Roberts, itu merupakan konektivitas emosional. Sebuah kesetiaan yang melebihi akal.

 

Saat ini, konsumen tidak lagi membeli karena apa yang mereka lihat dan dengar tentang brand. Sebaliknya, mereka menghargai pengalaman dengan brand. Dan mereka bersedia membayar harga premium untuk layanan pelanggan yang sangat baik dan pengalaman yang luar biasa. Satu pengalaman negatif atau masalah yang belum terselesaikan cukup membuat konsumen mundur. Lebih buruk lagi pengalaman negatif dapat menjadi tinjauan negatif, dan cepat menyebar melalui media online.

 

Sangat penting bagi perusahaan untuk terhubung dengan konsumen melalui pengalaman konsumen yang positif. Berikut adalah lima cara brand dapat menciptakan pengalaman konsumen yang berharga dan mudah diingat:

  1. Buat brand menonjol melalui cara yang tepat.

Keunikan suatu brand adalah apa yang membuatnya menonjol. Cara termudah adalah dengan menciptakan brand name yang mudah diingat. Misalnya, membubuhkan huruf kecil ‘i’ untuk penawaran produknya seperti iPhone, iMac, dan iPad, telah membuat setiap item produk Apple sangat mudah dikenali. Namun tentu tidak berhenti disitu saja, apa yang membuat pengalaman akan brand menjadi bermakna adalah ketika konsumen puas menggunakan produk atau layanan kita.

 

  1. Beradaptasi dengan perubahan jaman.

Beradaptasi adalah suatu keharusan bagi setiap merek yang ingin bertahan dari waktu ke waktu. Di era internet yang serba cepat, hal itu dapat menjadi tantangan, sebagaimana dibuktikan oleh banyaknya brand yang berjatuhan dalam beberapa dekade terakhir. Saat ini perusahaan wajib memiliki situs web dan aplikasi seluler untuk memberikan informasi kepada konsumen dan membantu mereka membuat keputusan pembelian yang tepat serta untuk menyelesaikan masalah yang dapat memberi dampak signifikan pada bagaimana mereka memandang brand.

 

  1. Berhubungan dengan konsumen secara personal.

Hubungan personal bisa membantu meningkatkan bisnis. Sudah lewat masa ketika satu ukuran cocok untuk semua; pelanggan sekarang menyukai brand yang menawarkan dan memberi mereka pengalaman yang memuaskan. Upaya brand untuk mempersonalisasi hubungan mereka dengan konsumen jelas menunjukkan rasa syukur dan penghargaan pada kesetiaan konsumen, dan itu bersifat timbal balik.

 

Transparansi brand telah menjadi cara untuk memanusiakan bisnis dan menunjukkan nilai perusahaan yang positif. Menurut sebuah studi oleh Label Insight, transparansi brand adalah cara terbaik untuk membangun kepercayaan konsumen, dengan lebih dari separuh responden mengatakan bahwa mereka akan setia kepada perusahaan jika hal itu menunjukkan dirinya sepenuhnya transparan.

 

Ini berarti menjaga agar brand tetap sejalan dengan strateginya sehingga setiap produk dan / atau layanan selalu mengarah ke brand dengan jelas. Coca-Cola dianggap sebagai salah satu brand yang paling banyak dikenal di dunia. Meski terus berkembang, naskah dan font klasiknya bisa dikenali di manapun di dunia, meski tampil dalam berbagai bahasa. Branding yang konsisten menghilangkan kebingungan dan membentuk bagaimana orang memandang bisnis.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.