5 Cara Membangun Internal Branding

5 Cara Membangun Internal Branding

 

Digital Branding Indonesia – Konsep branding telah berkembang dan berevolusi menjadi banyak hal, misalnya desain yang unik, tanda, simbol atau kata-kata tertentu, yang dirancang untuk membedakan suatu perusahaan dari para pesaingnya dan seringkali dengan tingkat kredibilitas, kualitas, dan kepuasan di mata konsumen.

 

Sedangkan internal branding diartikan sebagai penyampaian filosofi perusahaan yang berfokus pada budaya, identitas dan tujuan perusahaan kepada karyawan serta konsumennya, dan biasanya perusahaan mencari karyawan untuk menjadi duta dari perusahaan dan nilai-nilainya (Wisegeek).

 

Bagaimana cara perusahaan membuat internal brand yang akan mengubah karyawan menjadi brand ambassador yang berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan?

  1. Tentukan Nilai dan Misi Perusahaan

Tanpa arah yang jelas, perusahaan akan kehilangan identitas atau tujuan yang dapat diidentifikasi oleh karyawan Anda. Misi dan nilai memberi karyawan rasa memiliki tujuan untuk peran mereka, mengubah pola pikir dari “Saya melakukan pekerjaan untuk mendapatkan upah” menjadi “Saya berkontribusi untuk sesuatu yang lebih besar”.

 

  1. Libatkan Karyawan

Internal brand adalah tentang karyawan, apa yang dikerjakan dan apa yang mereka dukung. Mulailah dengan mendapatkan umpan balik dari karyawan tentang persepsi mereka akan brand dan dapatkan masukan mereka dalam mendefinisikan dan membentuknya. Misalnya dengan  menggunakan survei karyawan, diskusi kelompok, forum diskusi terbuka, dan sesi tanya jawab. Tugaskan orang yang berdedikasi untuk komunikasi perubahan internal dan internal branding serta memilih karyawan terbaik untuk menjadi ‘brand ambassador’. Ini akan melahirkan tingkat keyakinan bahwa karyawan memperjuangkan brand karena mereka mempercayainya, bukan karena mereka harus melakukannya.

 

  1. Sejajarkan identital internal branding dengan external branding

External brand biasanya meliputi logo, font, warna desain, nada suara, tagline, pernyataan inti, tampilan dan nuansa brand. Saat mendesain, penting untuk menghubungkan internal brand dan external brand sehingga konektivitas itu akan membantu karyawan memahami bagaimana keduanya berhubungan dan memastikan integritas. Ketidakcocokan akan menyebabkan kebingungan dan kekecewaan terhadap tujuan dan arah perusahaan Anda.

 

  1. Komunikasikan dan amalkan tanamkan strategi internal branding

Menciptakan hubungan emosional antara karyawan dan brand bukan perkara mudah. Gunakan beberapa cara untuk memperkenalkan dan menjelaskan pesan dan kemudian memperkuat dengan menerapkan internal branding  di dalam lingkungan internal perusahaan. Misalnya dengan mengadakan gathering untuk peluncuran brand, pesta karyawan, dll. Amati interaksi sehari-hari karyawan dalam menjalankan internal brand, misalnya, pernyataan internal brand atau misi dan nilai perusahaan di beranda intranet, tanda tangan email internal, ID card atau mungkin sebagai layar masuk untuk login sistem internal perusahaan. Ingat bahwa proses ini adalah tentang mengilhami, memotivasi dan membujuk karyawan, bukan sekadar memberi tahu; jadi kreatiflah dan dorong percakapan dua arah dengan menyediakan media untuk umpan balik dan diskusi.

 

  1. Berikan penghargaan dan bonus

Kegagalan umum internal branding adalah jeda pada fokus dan motivasi setelah peluncuran. Untuk benar-benar mendorong strategi internal branding yang sukses dan mengubah keterlibatan karyawan, diperlukan penguatan berkelanjutan dari manajemen yang lebih tinggi. Buat kompetisi dan berikan bonus untuk benar-benar menanamkan prinsip dan mendorong kinerja.

 

Ingin memperkuat internal branding perusahaan Anda? Segera diskusikan dengan Rumah Asyam. Kami akan memberikan solusi yang tepat untuk perusahaan Anda.

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.