Kenapa Pemasaran Perlu Menggunakan Perasaan?

Kenapa Pemasaran Perlu Menggunakan Perasaan?

 

Digital Branding Indonesia – Setiap perusahaan bisa menggunakan sisi emosional atau perasaan untuk meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran mereka. Kuncinya adalah mengembangkan konsep iklan yang intinya seperti sedang berbicara langsung dengan konsumen target, memanfaatkan emosi yang mungkin mereka rasakan pada tahap kehidupan mereka. Konten dan estetika kampanye pemasaran harus digabungkan untuk menciptakan pesan terpadu sesuai dengan daya tarik emosional yang diharapkan.

 

Faktor apa saja yang bisa digunakan untuk merangsang pemasaran secara emosional?

 

Variasi Sistem Nilai Konsumen

Variasi sistem nilai konsumen dapat menyebabkan iklan perusahaan merangsang emosi yang berbeda di berbagai kelompok konsumen. Keinginan dan keinginan orang-orang juga berubah secara signifikan ketika mereka bergerak melalui tahap-tahap kehidupan. Misalnya, iklan yang merangsang respons emosional pada remaja mungkin tidak banyak berpengaruh pada orang dewasa berusia 40 tahun dan tidak berpengaruh sama sekali pada manula. Agar pemasaran emosional menjadi efektif, perusahaan harus memahami kebutuhan dan emosi kelompok konsumen yang akan ditargetkan.

 

Periklanan yang Mengesankan

Daya tarik emosional yang tepat dapat menyentuh hati orang, membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk mengingat pesan penjualan yang disampaikan. Misalnya, orang tua baru akan berusaha melindungi keluarga kecilnya, sehingga produsen mobil dapat mengajukan penawaran produk ke kelompok konsumen ini dengan serangkaian iklan yang menampilkan pelanggan lama yang membahas bagaimana fitur keselamatan mobil tersebut dapat melindungi keluarga mereka saat terjadi kecelakaan. Kisah-kisah ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap orang tua baru, meyakinkan mereka untuk memilih merek mobil tersebut dibanding para pesaingnya.

 

Hubungan yang Positif

Menghubungkan emosi positif dengan nama brand perusahaan menciptakan hubungan baik untuk produk perusahaan. Misalnya, jika perusahaan secara konsisten menyertakan gambar keluarga bahagia dalam iklan, orang akan mulai melihat perusahaan Anda sebagai perusahaan yang ramah keluarga. Iklan akan nampak kuat dengan menghubungkan gambar yang disesuaikan dengan tujuan kampanye pemasaran. Misalnya, perusahaan biskuit dapat mempromosikan layanannya menggunakan gambar keluarga yang senang berpiknik sambil makan biskuit produksi mereka.

 

Sebagian peneliti masih belum memahami dengan pasti bagaimana emosi, ingatan, dan proses rasional saling berhubungan, tetapi tampaknya hubungan emosional yang dibuat pada iklan memiliki pengaruh signifikan pada konsumen nantinya, ketika mereka menemukan produk perusahaan Anda di saat mereka membutuhkan produk. Juga masuk akal bahwa semakin positif dan sering hubungan emosional dengan konsumen, semakin besar kemungkinan konsumen akan menyukai produk Anda dibandingkan pesaing yang kurang dikenal atau bahkan mungkin lebih terkenal.

 

Ingin memperkuat strategi digital marketing perusahaan Anda? Segera diskusikan dengan Rumah Asyam. Kami akan memberikan solusi yang tepat untuk Anda.

 

(Diolah dari berbagai sumber)

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.