Tips Membangun Emotional Marketing

Tips Membangun Emotional Marketing

 

Digital Branding Indonesia – Apapun produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan, mayoritas keputusan pembelian konsumen dibuat berdasarkan apa yang mereka rasakan saat itu. Dalam ilmu psikologi dijelaskan bahwa ketika seseorang dihadapkan dengan informasi sensorik, bagian emosional dari otak dapat memproses informasi dalam seperlima kali lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan bagian kognitif.

 

Emotional marketing menghubungkan konsumen dengan brand secara pribadi dan perusahaan harus bisa memastikan bahwa semua saluran media memiliki akses ke cerita brand. Ketika digunakan dengan benar, strategi ini dapat membantu perusahaan untuk membedakan diri mereka dengan pesaing, serta membawa semangat dan fokus pada entitas perusahaan.

 

Nah, bagaimana cara membangun emotional marketing yang tepat ke sasaran? Berikut ini adalah penjelasan dari Steve Harvey, Client Director of Fabrik Brands.

 

  1. Ciptakan rasa urgensi/penting

Emotional marketing tidak harus selalu membuat pelanggan Anda merasa labil atau tidak nyaman. Terkadang, ini tentang mendorong mereka untuk melakukan sesuatu, dengan perasaan cemas, takut, dan urgensi. Ketika perusahaan memberi mereka terlalu banyak waktu untuk memutuskan, kemungkinan perusahaan malah akan kehilangan mereka.

 

  1. Bangun kepercayaan melalui konten yang dibuat pelanggan

Ingin membuat pelanggan Anda merasa bahagia ketika mereka memikirkan brand Anda? Cobalah dengan menggunakan konten buatan pelanggan, seperti ulasan dan testimonial, untuk kampanye pemasaran Anda. Hal ini dapat memicu rasa kepemilikan yang lebih kuat pada pengikut Anda, yang mendorong perasaan kesetiaan dan keterikatan. Di dunia di mana orang-orang tidak mampu mencari dukungan dari teman-teman mereka, rasa memiliki ini bisa sangat kuat.

 

  1. Kejutkan dan bahagiakan pelanggan Anda

Psychology Today menjelaskan bahwa konsumen menggunakan emosi daripada informasi ketika mereka mengevaluasi brand. Itu berarti bahwa jika Anda benar-benar ingin menangkap perhatian pelanggan, Anda perlu melakukan sesuatu untuk menghindarkan mereka dari pengambilan keputusan yang terburu-buru dan tidak cermat. Misalnya dengan mengejutkan pelanggan melalui kampanye yang unik, emosional dan melibatkan pelanggan sehingga mereka akan selalu mengingat Anda.

 

  1. Pertimbangkan nostalgia

Salah satu strategi emotional marketing yang baru muncul di dunia digital akhir-akhir ini berfokus pada kekuatan nostalgia ketika membangun hubungan dengan brand. Ketika dunia menjadi lebih berfokus pada teknologi, banyak dari kita yang melihat kembali ke masa lalu di saat-saat ketika segala sesuatunya lebih sederhana. Ini membuka dunia peluang bagi perusahaan yang tahu cara merangkul perasaan nostalgia dalam kampanye pemasaran mereka.

 

Emosi adalah salah satu perekat yang mengikat brand dan pelanggan. Jika bukan karena daya tarik emosional, konsumen akan lebih sulit untuk membuat keputusan pembelian. Maka dari itu, mereka cenderung menyesuaikan diri dengan brand-brand yang mencerminkan nilai-nilai pribadi mereka dan berbicara kepada emosi mereka. Jika perusahaan dapat menambahkan kampanye emotional marketing ke strategi pemasarannya, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar, pendapatan yang lebih kuat, dan pelanggan jangka panjang yang lebih loyal.

 

Emotional marketing dapat digunakan di berbagai media pemasaran, misalnya sosial media, mobile apps atau website. Anda siap membangun strategi emotional marketing yang kuat? Diskusikan dengan Kami sekarang juga, Kami akan senang berbicara dengan Anda. Telepon kami di 085719535153 atau email di info@rumahasyam.com

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.