Tipe-Tipe Branding

Tipe-Tipe Branding

 

Digital Branding Indonesia – Membangun hubungan yang kuat dan langgeng dengan pelanggan dan masyarakat dimana bisnis berada serta dengan karyawan mereka sendiri harus menjadi fokus perusahaan.

 

Salah satu caranya dengan branding. Karena branding merupakan alat pemasaran penting yang digunakan untuk merangsang pengenalan produk, layanan, orang atau perusahaan, untuk mengembangkan kepribadian dan reputasi. Kampanye branding yang sukses menghasilkan sebuah nama, desain, logo atau simbol lain yang dapat dikenali dan menonjol di antara para pesaingnya.

 

Saat ini ada beberapa jenis branding yang berkembang, berikut diantaranya yang dikutip dari laman Brandexpress :

  1. Corporate Branding

Menjanjikan produk, layanan, dan pengiriman berkualitas kepada pelanggan. Tujuannya adalah untuk menarik pelanggan baru dan menciptakan loyalitas pelanggan lama.

 

  1. Employer Branding

Berfokus pada karyawan untuk memahami visi, misi, tujuan, produk, dan layanan perusahaan. Ini dirancang untuk mendidik karyawan agar mereka dapat menyampaikan merek perusahaan, produk atau layanan kepada pelanggan mereka.

 

  1. Cause Branding

Mencoba menarik pelanggan dengan mengaitkan perusahaan dengan tujuan atau tujuan calon pelanggan akan bermanfaat bagi sasaran pribadi atau sesuai dengan nilai mereka. Misalnya dengan berpartisipasi pada badan amal, pelestarian lingkungan dan lain-lain.

 

  1. Co-Branding

Perusahaan menjadi lebih akrab dan selalu mengiringi konsumen sepanjang waktu. Ini termasuk, misalnya, mini mart yang terpasang di SPBU, fasilitas perbankan di dalam toko kelontong, dan lain-lain. Co-branding ini termasuk dalam kategori “one-stop shopping”.

 

  1. Spirit Branding

Branding yang menarik perasaan pelanggan secara positif saat berhubungan dengan perusahaan, produk atau layanan yang ditawarkan. Misalnya branding yang mengesankan “Dunia terlihat lebih cerah dan segalanya berjalan lebih baik saat Anda memulai pagi Anda dengan produk kami”.

 

  1. Community Branding

Menampilkan kegiatan bersama yang dapat dilakukan perusahaan untuk masyarakat di mana ia dan karyawannya tinggal. Pencitraan merek ini dapat berupa program CSR, misalnya berupa bantuan ekonomi, pendidikan, atau bantuan darurat dan lain-lain. Ini adalah janji kepada masyarakat bahwa perusahaan akan menjadi mitra yang bermanfaat bagi mereka.

 

  1. Culture branding

Culture branding membuat janji kepada karyawan mengenai lingkungan kerja dan hubungan mereka dengan para pemimpin dan manajer mereka. Dalam hal ini, “janji” berbeda dari jaminan dan peluang karena mereka dibebaskan dari resiko perjanjian kerja.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT