Strategi Positioning Pada Pemasaran Produk

Strategi Positioning Pada Pemasaran Produk

 

Digital Branding Indonesia – Strategi positioning produk sangat banyak, dan pemilihan strategi yang tepat sangat penting untuk menentukan bagaimana perusahaan akan memasarkan produk atau layanannya. Memilih strategi yang salah dapat mengorbankan waktu dan anggaran pemasaran. Konsekuensi dari pilihan yang salah juga mungkin akan mempengaruhi lini bisnis.

 

Bagaimana strategi positioning yang tepat untuk memasarkan produk? 

  • Makna

Memposisikan produk atau layanan hanya menentukan siapa perusahaan di mata pelanggan. Pemasar berusaha menciptakan citra atau identitas untuk produk, merek atau perusahaan, dan biasanya mengekspresikan posisi yang relatif lebih baik dibandingkan pesaing. Sebagai contoh, posisi elektronik berharga rendah dinyatakan relatif lebih baik dibandingkan merek yang lebih mahal.

 

  • Pertimbangan

Ketika memposisikan produk atau layanan, kuncinya adalah memutuskan apa keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dari produk tersebut dibandingkan dengan pesaing utamanya. Produk harus memiliki beberapa penawaran unik yang tidak dimiliki pesaing dan dapat bertahan lama, produk tersebut akan memiliki peluang sukses yang lebih baik. Misalnya, pembersih kaca yang terbuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan dan dipatenkan mungkin memiliki keunggulan yang berkelanjutan dibandingkan pesaing yang tidak mengembangkan produk ramah lingkungan.

 

  • Jenis

 

  • Pemposisian produk biasanya termasuk dalam salah satu dari tiga kategori. Posisi fungsional memecahkan masalah dan memberikan manfaat kepada konsumen. misalnya. Konsumen mendapatkan manfaat dari pembersih kaca dengan mendapatkan permukaan kaca yang bersih. Jika pembersih kaca terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan, itu menarik bagi nilai-nilai konsumen karena membantu konsumen meningkatkan citra dirinya dan memberikan makna sosial. Strategi positioning ketiga adalah pengalaman. Jika pembersih memiliki aroma segar, ia menawarkan rangsangan indera kepada konsumen. Beberapa posisi produk dapat menggabungkan ketiga kategori dalam upaya untuk mengembangkan keunggulan yang berkelanjutan.

 

  • USP (Unique Selling Point)

Strategi sederhana yang dapat digunakan oleh bisnis kecil untuk mengembangkan strategi pemosisian produk atau layanannya adalah menggunakan USP (Unique Selling Point). USP mengidentifikasi dan mengkomunikasikan penawaran dan manfaat perusahaan yang paling menarik dengan cara yang menjawab pertanyaan pelanggan. Misalnya, “Apa untungnya bagi saya?” Mengatakan bahwa sebuah perusahaan telah berkecimpung dalam bisnis selama 15 tahun atau perusahaan itu dapat diandalkan mungkin tidak cukup unik untuk bersaing dengan pesaing. Tapi, jika perusahaan dapat mengatakan bahwa ia menawarkan layanan pengiriman tepat waktu yang terbukti lebih baik daripada pesaing, maka ia memiliki USP.

 

  • Jangka waktu

Strategi positioning tidak harus dianggap statis. Jika penawaran pesaing berubah, perubahan lingkungan bisnis atau strategi pemosisian terbukti menjadi kaku atau tidak dapat dijalankan,. Sekarang saatnya untuk memikirkan kembali strategi tersebut. Namun, mengubahnya terlalu sering dapat membingungkan pelanggan, jadi pastikan itu perlu.

 

Ingin mempromosikan produk perusahaan Anda dengan tepat? Segera diskusikan dengan Rumah Asyam. Kami akan memberikan solusi yang tepat untuk Anda.

LEAVE A COMMENT