Kesalahpahaman Dalam Branding

Kesalahpahaman Dalam Branding

 

Digital Branding Indonesia – Branding adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk mendiferensiasikannya (membedakan) dari barang atau jasa pesaing (Kotler, 2009:332).

 

Namun saat ini masi banyak yang menganggap jika branding hanya untuk perusahaan besar, tidak berpengaruh secara signifikan dengan penjualan, perusahaan hanya butuh logo, dll. Begitu banyak mitos dan kesalahpahaman dalam branding.

 

Dan sekarang akan kita bahas beberapa kesalahpahaman dalam branding dikutip dari Krisna Solanski.

  1. Branding adalah logo.

Logo adalah bagian visual dari sebuah brand, namun bukan keseluruhan brand. Ini adalah kesalahpahaman yang sangat umum, dan banyak pemilik usaha kecil sering menjadi bingung.

Untuk lebih memperjelas identitas brand maka digunakanlah logo, font, palet warna, pola, ikon, dan elemen visual lainnya yang mengkomunikasikan visi dan tujuan bisnis, yang juga mencakup karakteristik bisnis, seperti nada suara, pesan, dan cerita.

 

  1. Branding hanya untuk perusahaan besar.

Ini merupakan kesalahan fatal. Setiap perusahaan baik besar maupun kecil membutuhkan branding, bukan hanya logo. Dengan branding perusahaan dapat menyampaikan visi dan misi perusahaan maupun produk.

 

  1. Branding hanyalah sebuah logo yang cantik.

Branding bukan hanya sekedar desain yang cantik. Branding adalah bagaimana cara visi dan tujuan bisnis akan dijalankan, bisa berupa cara menyapa klien/pelanggan di telepon, kepribadian perusahaan, pengiriman produk, dll.

 

  1. Branding seharusnya berdasarkan apa yang kita suka.

Tentunya brand Anda harus menjadi sesuatu yang Anda sukai tapi yang pertama dan terutama perlu mencerminkan visi dan tujuan bisnis Anda, dan yang lebih penting dapat menarik klien potensial dan sesuai dengan apa yang Anda tawarkan.

 

  1. Saya hanya butuh logo.

Banyak pemilik usaha yang hanya mencari perancang logo. Mereka sering tidak melihat pentingnya sebuah brand. Padahal logo hanyalah bagian dari brand secara keseluruhan. Brand membantu Anda membangun bisnis, memberikan tampilan dan nuansa yang benar agar dapat menarik klien potensial dan membantu  menyampaikan kisah bisnis Anda.

 

  1. Brand harus sering berganti mengikuti trend.

Pencitraan brand tidak boleh diperbarui berdasarkan tren atau mode terkini. Pencitraan brand harus mencerminkan visi, nilai dan tujuan bisnis Anda. Rebranding dapat dilakukan untuk mengubah atau memperbaiki citra namun bukan karena mengikuti tren desain terkini.

 

  1. Branding sudah selesai, dan kini saatnya kerja nyata.

Branding terkesan seolah-olah bukan pekerjaan nyata. Padahal branding juga merupakan proses yang terus berjalan, bukan hanya tentang warna dan logo yang cantik, tapi juga tentang pesan, komunikasi dan layanan perusahaan.

 

Banyak perusahaan membuat kesalahan dengan membuat logo variasi atau menambahkan font lain, yang menurut mereka cukup mirip untuk digunakan sebagai font utama. Masalahnya terkadang mereka secara tidak sengaja menciptakan inkonsistensi dalam brand sehingga menjadi tidak dapat dipercaya, terlihat tidak profesional, pelanggan tidak mengenali brand, dll.

 

Jadi setelah pencitraan brand selesai dan Anda dipersenjatai dengan konten yang benar, maka Anda harus terus konsisten maju dan memastikan tetap setia pada nilai dan visi bisnis serta brand Anda.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT