Kesalahan Branding yang Harus Dihindari Perusahaan

Kesalahan Branding yang Harus Dihindari Perusahaan

 

Digital Branding Indonesia – Brand adalah janji, dan penting bagi perusahaan untuk membangunnya dengan penuh pemikiran dan kedisiplinan. Untuk menciptakan identitas nyata, perusahaan harus menginvestasikan banyak waktu dan usaha. Setiap bisnis harus mempelajari apa itu branding dan mengapa itu diperlukan. Setiap perusahan, baik yang masih baru maupun lama, seringkali tidak dapat menghindari kesalahan.

 

Dikutip dari laman www.lucidpress.com berikut ini adalah 7 kesalahan branding yang sebaiknya diwaspadai :

 

  1. Kegagalan untuk meneliti persaingan

Ini sangat penting terutama untuk perusahaan baru. Meneliti persaingan membantu Anda memahami bisnis yang telah didirikan di industri Anda: dimana mereka gagal atau berhasil dan dimana Anda dapat membuat brand sukses. Riset harus mencakup produk, layanan, target audiens, situs web, dan platform sosial, sehingga Anda mampu menilai persaingan dengan benar serta, mereplikasi strategi pesaing dengan benar.

 

  1. Kegagalan untuk memahami target konsumen

Sebelum mulai menawarkan produk, Anda harus memahami jenis konsumen yang dituju. Anda harus memahami tuntutan, harapan yang diinginkan dan jenis brand yang mereka sukai. Sehinggan akan membuat branding dan pesan menjadi jauh lebih mudah.

 

  1. Mengambil respon dari sumber yang salah

Bergantung pada jenis produk atau layanan yang ingin Anda jual dan pasar yang ingin Anda cakup, Anda harus mengambil respon dari sumber yang tepat. Membatasi sumber Anda ke ulasan positif tidak akan membantu Anda menetapkan atau mengukur sasaran yang sesuai. Teman, anggota keluarga, karyawan, dan kerabat mungkin memberi Anda ulasan positif apa pun yang terjadi, jadi pikirkan sebelum menerima ulasan dari mereka. Untuk brand modern, platform terbaik untuk tinjauan respon mencakup situs media sosial dan ulasan.

 

  1. Branding bukan hanya tentang desain ulang logo

Seperti telah dinyatakan, branding bukan hanya tentang logo atau tagline. Branding merupakan semua yang Anda wakili, sampai tentang suara perusahaan dan gaya konten yang diposting. Perusahaan akan menemukan audiens ketika perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dan gaya yang berbeda.

Beberapa perusahaan mengubah citra dan menghabiskan banyak uang untuk mendesain ulang logo tetapi tidak mencakup aset brand lainnya. Misalnya untuk membangun brand e-commerce yang menguntungkan, perusahaan juga harus fokus pada tim layanan pelanggan, kualitas produk, iklan (baik online maupun offline), harga dan banyak faktor lainnya.

 

  1. Inkonsistensi

Konsistensi brand memiliki dampak yang luar biasa pada perusahaan karena akan membangun keakraban, kesetiaan dan akhirnya kredibilitas. Tetap konsisten dengan promosi, kepribadian, komunikasi, dan setiap interaksi lain dengan pelanggan. Coca-Cola menjadi salah satu brand paling konsisten dalam sejarah. Logonya hampir tidak berubah dalam 130 tahun. Brand ini telah membangun kesetiaan sedemikian rupa sehingga tidak ada minuman soda lain yang bisa mengalahkannya. Dan di era digital, Coca-Cola telah membangun banyak pengikut di media sosial sehingga cukup mudah untuk menjangkau target audiensnya di mana pun mereka berada.

 

  1. Tidak fokus pada kesan pertama

Branding adalah langkah pertama untuk memasuki pasar, dan Anda harus memprioritaskannya sebelum menarik keuntungan. Kesan pertama biasanya tentang desain kemasan produk yang menjadi titik kontak pertama antara brand dan pelanggan. Jangan terburu-buru mengubah desain kemasan produk  tanpa pemikiran yang dalam.

 

  1. Tidak memiliki rencana cadangan

Ada banyak perusahaan yang menganggap brand adalah sesuatu yang dibuat dan kemudian dibiarkan berjalan sendiri. Padahal itu sama sekali tidak benar. Anda harus terus memperbaiki dan memperbaiki kualitas untuk memberikan penawaran yang lebih baik dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang berubah. Tidak semua strategi branding akan bekerja untuk pertama kalinya sehingga Anda harus siap dengan rencana kedua untuk memastikan segera dibuat perbaikannya.

 

Mengelola brand bukanlah hal yang mudah. Tetapi Anda harus selalu memahami bahwa bisnis lebih dari sekadar produk dan layanannya. Sukses tergantung pada cara Anda membentuk pengalaman pelanggan Anda. Inilah yang mendefinisikan identitas sebuah brand.

 

Membangun brand yang kuat bukan hanya tugas satu orang, perlu kerjasama internal perusahaan untuk mewujudkannya. Dan jika Anda mencari trainer untuk meningkatkan kemampuan tentang digital branding, Rumah Asyam adalah jawabannya. Segera diskusikan keinginan Anda dan biarkan kami membantu. Telepon kami di 085719535153 atau email di info@rumahasyam.com .

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.