Kelemahan Brand Identity

Kelemahan Brand Identity

 

Digital Branding Indonesia – Brand identity adalah cara perusahaan atau brand ingin diidentifikasi oleh pelanggan yang ada dan calon pelanggan. Perusahaan menyampaikan brand identity melalui berbagai media komunikasi, misalnya iklan, brosur, pengemasan, katalog, dan kartu nama. Brand identity penting karena terletak di pusat strategi pemasaran brand dan menjelaskan apa arti brand.

Meskipun begitu, brand identity juga memiliki keterbatasan yang harus diperhatikan untuk meminimalisir kerugian :

 

Complex

Proses pembentukan identitas brand sangat kompleks. Terutama untuk perusahaan yang menawarkan berbagai layanan dan produk. Proses ini memerlukan penelitian yang luas, termasuk riset pasar, audit pemasaran, audit kompetitif dan kegunaan, serta strategi branding yang jelas. Brand identity hanya akan berhasil jika pelanggan mampu mengidentifikasi dengan brand dengan baik. Ini terjadi ketika brand melayani kebutuhan dan harapan pelanggan.

 

Expensive to Design

Merancang dan menciptakan brand identity itu mahal dan memakan waktu. Baik diciptakan sendiri atau menggunakan jasa pihak lain, tetap saja akan menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit, terkait dengan jenis brand, warna, tipografi, suara, gerak dan elemen kunci lainnya dari desain brand identity. Desain yang direncanakan dan disetujui kemudian diberi merek dagang dan diterjemahkan ke situs web perusahaan, kartu nama, kop surat, pengemasan, dan iklan. Setiap langkah dari proses ini memerlukan pendanaan dan pengeluaran yang besar.

 

Difficult to Maintain

Tidak selalu mudah bagi perusahaan untuk mempertahankan brand identity. Karena ini akan mengubah preferensi pelanggan, diversifikasi produk dan layanan, serta ekspansi perusahaan. Pemasar harus memilih saluran pemasaran dengan hati-hati agar tidak menodai brand identity.

 

Difficult and Expensive to Change

Mengubah dan memodifikasi brand identity itu sulit dan memerlukan keahlian perencanaan dan manajerial yang luas. Manajer yang bertanggung jawab atas perubahan tersebut diharuskan memiliki hubungan masyarakat yang baik, branding, komunikasi, produksi, keahlian pemasaran dan manajemen. Informasi tentang perubahan harus disampaikan kepada pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Perubahan sering dipenuhi dengan penolakan dan brand dapat kehilangan pelanggan yang berharga. Selanjutnya, mengubah brand identity menjadi mahal karena secara langsung mempengaruhi banyak media komunikasi dan masing-masing perlu diubah, termasuk kartu nama, alat tulis, formulir, materi pemasaran, situs web, daftar direktori, tagline, seragam dan papan nama.

 

Ingin memperkuat branding perusahaan Anda?

Segera diskusikan dengan Rumah Asyam. Kami akan memberikan solusi yang tepat untuk perusahaan Anda.

LEAVE A COMMENT