Analisa Swot Dalam Strategi Co-Branding

 

Analisa Swot Dalam Strategi Co-Branding

 

Digital Branding Indonesia – Dunia persaingan industri saat ini semakin ketat. Masing-masing perusahaan berlomba menjadi yang terdepan dalam menarik perhatian konsumen yang akan berujung pada peningkatan penjualan. Namun dengan semakin banyak produk yang beredar di pasar tanpa disertai inovasi yang berarti malah akan membuat konsumen bingung. Tidak jarang merek menjadi lemah dan perlahan-lahan kehilangan relevansinya. Ada banyak strategi yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam menyikapi tantangan tersebut. Salah satunya dengan strategi co-branding.

 

Phillip Kotler mendefinisikan co-branding sebagai dua atau lebih brand yang sudah dikenal dikombinasikan di dalam penawaran, di mana satu sama lain saling memperkuat dan berharap mendapat perhatian dari audiens baru.

 

Namun sebelum melakukan co-branding, perusahaan sebaiknya melakukan analisa yang tepat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Analisa SWOT bisa menjadi pilihannya.

 

STRENGTH

  • Kemampuan untuk mengadopsi perubahan.
  • Membangun dua brand secara bersamaan.
  • Kerjasama dua perusahaan atau brand.
  • Pasar yang lebih luas.

 

WEAKNESS

  • Kerjasama jangka panjang dengan brand yang kinerjanya lebih buruk atau lemah.
  • Penurunan standar karena kelemahan partner co-branding.

 

OPPORTUNITY

  • Meningkatkan penetrasi pasar.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Mempelajari target pasar baru.
  • Mendapatkan pakar yang berbeda.

 

THREATS

  • Mengubah konsumen.
  • Pelanggan baru dari luar negeri atau sektor pasar yang berbeda.
  • Kebingungan pelanggan.
  • Kekhawatiran pelanggan akan keamanan dan pengembalian produk.

 

Dengan analisa yang tepat akan meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam co-branding.

 

[indra armyanto/dari berbagai sumber]

LEAVE A COMMENT